Patani “ Kemana Mendistribusian Hasil Pertanian ? ”

 

Oleh: Yoyo S. Wangsa Praja

Kamana nyalurkeun rupa-rupa hasil bumi ti lembur?
Aya nu nampung teu ti dinas pemerintahan terkait atawa Koperasi Unit Desa hasil pertanian, peternakan, perikanan jeung nu lain na ti Patani?
Aya informasi teu ngeuna’an harga jual jeung harga beuli pertanian ti pemerintahan terkait, tiap minggu jeung bulan na, pas erek panen?

Tengkulak, pengepul atau nama lainnya saat ini salah satu “dewa” penolong bagi kalangan Patani. Sementara dinas terkait dibidang pertanian, peternakan dan lainnya masih dirasakan kurang peduli dengan apa yang sebenarnya diinginkan Patani. Mungkin kurang komunikasi antara Patani dengan dinas pemerintahan terkait, entah. Saya menangkap ungkapan beberpa Patani “dana jang pertanian kadengena loba nu ngucur ti pamarentah teh, tapi teu tepi kanu hak na” itu celotehan serta obrolan warung kopi kalangan Patani dibeberapa wilayah di Kec. Tambaksari. Kab. Ciamis. Lanjutkan membaca


Waduk Matenggeng

Oleh: Dendi Durahman

“Beginilah kondisi situs peninggalan di Jawa Barat, jarang yang disentuh oleh badega/pembantu rakyat yaitu pemerintah.

Berbeda jauh dengan penemuan situs budaya di Jawa Tengah, biasanya langsung dipublikasikan dan dirawat” (taman bacaan ulis)

Waduk Matenggeng yang akan membendung sungai Cijolang berada diperbatasan dua Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, merupakan dari rencana pembangunan jangka panjang yang direlokasikan oleh pemerintah pusat. Pembangunananya meliputi di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Rancah, Kecamatan Tambaksari yang berada di kabupaten Ciamis, kemudian Kecamatan Dayeuhluhur yang ada di Kabupaten Cilacap. Bendungan tersebut akan menenggelamkan bagian dari lima desa yang berda di tiga Kecamatan. Antara lain Kecamatan Rancah, Desa Situ Mandala, serta dari Kecamatan Tambaksari terdiri dari 4 desa yaitu Desa Kadupandak, Desa Karangpaningal, Desa Kaso, Desa Sukasari, dan tentunya Desa Matenggeng yang berada di kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan bendungan ini bertujuan untuk solusi banjir, longsor, irigasi dan pembangkit listrik PLTA. Kepala Bappeda Kabupaten Ciamis, Drs. H. Kusdiana, MM, mengatakan bahwa fasilitas masyarakat yang akan menghilang adalah tanah yang berjulah hektaran. Dalam perencanaan pembangunan Waduk Matenggeng sudah digagas pada tahun 1969, tetapi baru terelokasi pada tahun 2013 yang lalu. Bahkan konsultan dari Amerika Serikat telah mensurvei terhadap bendungan Matenggeng itu. Lanjutkan membaca


AIR MATA MATA AIR MENJADI AIR MATA BENERAN

(Kisah Pilu Kegiatan FLS2N Cabang Pantomim Tingkat Wilayah)

Oleh: Gun Gun Nugraha, S.Sn

Minggu, 22 April 2015 Merupakan hari yang tidak menyenangkan bagi saya. Kenapa tidak? Berbulan-bulan saya membimbing anak-anak: memeras tenaga, pikiran, dan meluangkan banyak waktu menyiapkan peserta untuk mengikuti kegiatan FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) tingkat SD. Harus kandas ditangan dewan juri pada tingkat wilayah, di Bungbulang. Yang nota bene bukan ahli di bidangnya. Lanjutkan membaca


Deklarasi ke-Enam Rimba Lakandon (bagian 3)

Oleh: Swaraswati*

Tentang apa yang kami ingin melakukan
Nah, sekarang kami akan menceritakan apa yang ingin melakukan di dunia dan di Meksiko, karena kami tidak bisa melihat semua ini yang terjadi di dunia kita dan tetap diam, seperti hanya kami berada di mana kami berada.

Di dunia, kami mau menyatakan kepada semuanya yang bertahan dan berjuang dengan caranya dan negaranya masing masing bahwa mereka tidak sendiri. Kami, orang zapatistas, walaupun kecil sekali, mendukung kalian dan akan mencari bagaimana bisa membantu perjuangan kalian dan mendialog dengan kalian untuk belajar, karena yang kami pernah lakukan selama ini adalah adalah belajar bagaimana caranya belajar. Lanjutkan membaca


Deklarasi ke-Enam Rimba Lakandon (bagian 2)

Oleh: Swaraswati*

Tentang bagaimana kami melihat dunia
Sekarang kami akan menjelaskan bagaimana orang zapatista melihat apa yang terjadi di dunia ini. Nah, kami lihat kapitalisme yang paling kuat sekarang. Kapitalisme adalah sistem sosial, yaitu satu cara mengorganisasi orang dan barang dalam suatu masyarakat, siapa yang punya dan siapa yang tidak punya, siapa yang merintah dan siapa yang mematut. Dalam kapitalisme ada yang punya uang, yaitu kapital, dan pabrik, toko, tanah dan banyak hal yang lain, dan ada yang tidak punya apa apa, cuman tenaga dan pengetahuan untuk bekerja. Dalam kapitalisme memerintah yang punya uang dan barang dan mematut yang cuman punya tenaga kerja.

Itu berarti dalam kapitalisme ada yang mendapat kekayaan yang banyak, tetapi bukan mereka mendapat hadiah, atau menemukan harta karun, atau dapat warisan dari keluarganya, kekayaan itu mereka mendapat dengan cara mengeksploitasi kerjaan banyak orang. Kapitalisme itu didasarkan dengan ekploitasi kaum pekerja, seperti mereka memeras kaum pekerja dan mengambil dari mereka untungan sebanyak banyak. Ini dilakukan dengan ketidakadilan karena kerjaan karyawan itu tidak dibayar dengan pantas, mereka cuman mendapat sedikit buat dia makan dan istirahad sebentar, dan hari kemudian dia lanjut kerjaanya di tempat ekploitasi itu, di kampung maupun di kota. Lanjutkan membaca


Deklarasi ke-Enam Rimba Lakandon (bagian 1)

Oleh: Swaraswati*

Inilah kata kata sederhana yang mencari menyentuh hati orang orang yang sederhana dan tulus seperti kami, tapi juga seperti kami, mempunyai harga diri dan jiwa pemberontak.

Inilah kata kata sederhana kami untuk menceritakan bagaimana perjalanan kami sampai saat ini, untuk menjelaskan bagaimana kami melihat dunia ini dan negara kami, untuk menyatakan apa yang kami ingin melakukan dan bagaimana akan dilaksanakan, dan untuk mengundang orang lain untuk berjalan bersama kami di sebuah hal yang besar bernama Meksiko dan sesuatu yang lebih besar bernama dunia. Inilah kata kata sederhana kami untuk menceritakan kepada seluruh hati yang jujur dan mulia apa yang kami inginkan untuk Meksiko dan dunia ini. Inilah kata kata sederhana kami karena adalah ide kami memanggil yang seperti kami dan menyatu dengan mereka, dimana mana mereka hidup dan berjuang. Lanjutkan membaca


Style Harajuku Yang Gak Lupa Dengan Tradisi

Oleh: Rian ZA*

Meskipun sudah selang beberapa tahun sejak mulai “Booming-nya” model rambut Jepang atau biasa disebut Harajuku Style, model rambut ini terhitung adalah salah satu model rambut yang masih tetap eksis dan digemari khususnya oleh anak muda hingga hari ini. Propaganda sinema dan melodrama Asia(Jepang, Korea dan Taiwan) yang senantiasa memunculkan wajah-wajah baru yang sarat dengan model rambut harajuku, membuat tren gaya rambut ini seakan-akan tak pernah pudar. Lanjutkan membaca